ALL DOGS GO TO HEAVEN
Tuesday, January 30th, 2007
Seekor anjing lari terbirit-birit.
Di belakangnya serombongan orang berlari mengejarnya membawa pentung dan celurit.
Seekor anjing lari terpincang-pincang.
Sebatang onak melukai kakinya yang telanjang.
Seekor anjing jatuh tersungkur.
Tubuhnya lelah dalam pelariannya yang tampaknya akan berujung.
(Tuhan
Oh Tuhanku.
Aku diam dalam kuasaMu.
Mengapa orang-orang itu begitu membenciku?
Torehan luka yang mereka goreskan ke tubuhku
bukan kasih dan sayang yang mereka selimutkan padaku.
Tuhan
Oh Pemilikku.
Aku yakin Engkau menciptakan aku sebagai salah satu nikmatMu.
Tetapi mereka salah mengartikan keberadaanku.
Aku tak menyalahkan kitabMu.
Tetapi aku juga tak bisa menyalahkan cara mereka memandangku.
Tuhan
Oh Tuhanku.
Akupun hanya hambaMu
Jika ku tak ber hak atas surgaMu,
ampunilah mereka yang membenci dan merajamku.)
Seekor anjing, mati terlentang.
Matanya terbuka menatap kosong dan dalam.
Tubuhnya seharusnya diam dalam tenang.
Tetapi orang-orang membawanya sebagai potongan-potongan.
Seekor anjing yang lain, berdiri diam.
Menatap sepiring hidangan daging saus lada hitam,
untuk makan malam kalian,
wahai para tuan.