Puisiku hilang!
Digondol anak macan.
Lucu!
Mana ada macan makan puisi.
Anak macan makan tanganmu.
Mengunyah hatimu.
Melumat jantungmu.
Betul!
Tadi kuletakkan di atas meja kerjaku.
Bodohnya!
Macan tidak menyelinap ke kantor.
Macan berkeliaran di hutan
atau meringkuk di balik kandang.
Sumpah!
Tadi aku melihatnya bergerak berkelebat.
Keluar dari ruanganku
lalu berlari ke ruang sebelah itu.
Oo, aku tahu.
Itu cuma boss mu
yang mencuri puisimu
untuk merayu sekretarisnya
yang berkelamin palsu.
nice poem, nice ending! hahaha
August 8th, 2006, at 4:32 am #Dissi, terima kasih untuk komentarnya. Benar benar kehormatan dapat komentar “nice poem, nice ending’ dari Dissi. terima kasih sekali.
August 8th, 2006, at 6:39 am #hiks….lam kenal..
lucu banget…dah di baca dengan tingkat keseriusan 100%…eh tahunya……
tempe!!!
so nice ….!!!
pemilihan diksi yang apik, pendalaman makna yang mengena, menyeluruh mengalir di tiap hurufnya…
salute!!
talent yang menjanjikan!!!
salam
August 18th, 2008, at 7:03 pm #nazla azalea
>hong kong city university
nazla, terima kasih komentarnya.
August 30th, 2008, at 2:40 am #aku pribadi ketawa keras banget setlah mem post blog yang satu ini. tanganku jalan sendiri, otakku berpikir sendiri. tulisan ini punya jiwa sendiri yang menemukan bentuknya sendiri.