Puisi Terindah
Monday, June 26th, 2006
Sayangku,
pikiranku beku, hatiku kaku.
Aku tak bisa lagi menulis puisi untukmu.
Bukan karena ku tak mampu karena hatiku pilu,
tetapi karena aku begitu bahagia disisimu.
Bagiku,
kaulah puisi itu.
Sayangku,
biarkan kulukis senyummu
di atas bentang kanvas langit biru.
Biarkan bersama seisi dunia kubagi tawa indahmu.
Agar mereka tahu bahwa kau adalah puisi terindah dalam hidupku.