Siapa Sayang

Satu satu
aku sayang ibu
Dua dua
aku sayang ayah
Tiga tiga
sayang adik kakak
Satu
Dua
Tiga
Siapa sayang aku?

Abadi

bulan bercermin pada danau yang menangisi dirimu

putihnya hanya kilau palsu yang ditawarkan malam

tubuhmu luruh dalam pelukku yang beku

dingin membawa cerita yang belum usai

benarkah setiap awal harus berakhir?

Akankah kita hanya berhenti ditengah

,tak beranjak

,tak berarah.

Bangunlah sayang

buka matamu yang terpejam

menjanjikan keabadian.

Kemarilah kasih

biarkan dinginku

membekukan cintamu.

Agar kita menjadi seabadi

cerita-cerita

mantra-mantra

dan doa-doa.

Dan mereka semua

akan mengenang kita

sampai akhir masa.

Semalam, aku bermimpi. Pagi tidakdatang dengan terang. Ia berpendar pendar dalam temaram. Kau duduk pada sudut yang tak bisa kupandang. Pucuk pucuk daun tak berbuah embun. Tunas tunas tak bersemi. Waktu berhenti. Tetapi aku terus bergerak dan menari.

Pagi ini kuterjaga. Mengapa tak kulihat cahaya? Sedangkan kudengar isakmu dalam kelabu pandangku.

Siapa yang telah menyakiti hatimu? Siapa yang sudah menggores batinmu?

Mari kemari kekasihku. Biarkan kumemelukmu. Tak kan kubiarkan. Sedetik saja kau tersakiti.Tak kan kutinggalkan dirimu walau sekejap saja.

Tapi tanganku tak beranjak, tubuhku tak bergerak.Dan kau tetap terisak lalu tiba2 berjarak.

Angin membisikkan sayup tangismu. Sepi membingkai hatiku. Dingin menyergapku seperti serigala yang lapar. Aku takmelihat warna.

INikah sunyi?

Inikah mati?

Tidak ini cuma mimpi.

Aku yakin.