Siapa Sayang
Friday, November 18th, 2005
Satu satu
aku sayang ibu
Dua dua
aku sayang ayah
Tiga tiga
sayang adik kakak
Satu
Dua
Tiga
Siapa sayang aku?
Satu satu
aku sayang ibu
Dua dua
aku sayang ayah
Tiga tiga
sayang adik kakak
Satu
Dua
Tiga
Siapa sayang aku?
bulan bercermin pada danau yang menangisi dirimu
putihnya hanya kilau palsu yang ditawarkan malam
tubuhmu luruh dalam pelukku yang beku
dingin membawa cerita yang belum usai
benarkah setiap awal harus berakhir?
Akankah kita hanya berhenti ditengah
,tak beranjak
,tak berarah.
Bangunlah sayang
buka matamu yang terpejam
menjanjikan keabadian.
Kemarilah kasih
biarkan dinginku
membekukan cintamu.
Agar kita menjadi seabadi
cerita-cerita
mantra-mantra
dan doa-doa.
Dan mereka semua
akan mengenang kita
sampai akhir masa.
Semalam, aku bermimpi. Pagi tidakdatang dengan terang. Ia berpendar pendar dalam temaram. Kau duduk pada sudut yang tak bisa kupandang. Pucuk pucuk daun tak berbuah embun. Tunas tunas tak bersemi. Waktu berhenti. Tetapi aku terus bergerak dan menari.
Pagi ini kuterjaga. Mengapa tak kulihat cahaya? Sedangkan kudengar isakmu dalam kelabu pandangku.
Siapa yang telah menyakiti hatimu? Siapa yang sudah menggores batinmu?
Mari kemari kekasihku. Biarkan kumemelukmu. Tak kan kubiarkan. Sedetik saja kau tersakiti.Tak kan kutinggalkan dirimu walau sekejap saja.
Tapi tanganku tak beranjak, tubuhku tak bergerak.Dan kau tetap terisak lalu tiba2 berjarak.
Angin membisikkan sayup tangismu. Sepi membingkai hatiku. Dingin menyergapku seperti serigala yang lapar. Aku takmelihat warna.
INikah sunyi?
Inikah mati?
Tidak ini cuma mimpi.
Aku yakin.